Saturday, February 01, 2014

Tolong Kami, beri kami cahaya

Tolong Kami, beri kami cahaya


Di dalam ruang gelap tanpa celah, di culik, dikurung, dan dipaksa. 
Tubuh dan jiwa dihancurkan oleh tangan yang penuh kebencian, tangan tangan neraka.  
Jeritan demi jeritan memohon pertolongan tak terdengar, serak suara semakin mengecil. 

Impian untuk melihat matahari pagi, harapan untuk berjalan didalam terang, dan tidur ditempat aman..berlahan mulai menipis.. terbang menjauh dihantar putus asa.  
Semua memori dimasa lalu hanya menusuk sanubari, menghantarkan banjir tetes mata.
Disaat jiwa haus, tubuh kelaparan, pikiran kusut, dan hati penuh amarah, siapakah yang dapat mendombrak pintu tebal penuh kepalsuan? melepaskan kami dari si jahat.  
Siapakah yang bisa menangkap gurita gila bertopeng malaikat? 
Bagaimana mungkin tangan tangan neraka ini bisa pulang ke keluarga mereka tanpa rasa bersalah? 
Disaat mereka mencuci muka apakah mereka mencaci diri mereka? 
Anak anak mereka bisa berjalan bebas, sedangkan anak anak lain tertindas. 
Istri mereka hidup aman dan nyaman, sedangkan wanita diruang gelap ini dipaksa menjadi istri tak sah untuk kepuasan fana. 
Apakah  alamat rumah mereka di neraka? karena pekerjaan mereka adalah menghancurkan hidup, mencuri masa depan, dan merusak derajat dan martabat. Masa depan mereka, si gurita gila, adalah ditempat penuh kobaran api selamanya. 

Diruang gelap ini, ada sedikit sepihan harapan yang tersisa, harapan dimana pertolongan akan datang.
Kami berharap pertolongan datang seperti trang siang mengusir kegelapan. 
Pertolongan datang dalam bentuk secangkir air kehidupan  yang menyegarkan kami, pertolongan datang sepert roti yang kudus yang sanggup mengenyangkan kami. pertolongan datang dalam pelukan kasih perlindungan yang tak terhingga. Kami ingin menghirup udara kebebasan, bermandi air suci yang menghapus kejijikan, dan berpakaian pengampunan, melangkah meninggalkan masa lalu suram menuju masa depan cerah. 

Disaat itu harapan akan semakin bertumbuh, membawa perubahan bagi kami, sehingga kami bisa bangkit kembali. mengumpulkan serpihan serpihan hidup yang tlah dihancurkan. 

Bisakah engkau menjadi tangan tangan surga untuk menolong membebaskan kami di ruang gelap ini? 

Bisakah engkau mendoakan kami semua untuk tidak menyerah, untuk terus berharap, untuk terus percaya bahwa akan ada yang menolong kami? 

Bisakah engkau menolong kami?  Tolong jangan pergi sebelum engkau berjanji.....Tolong kami, karena kami ingin kebebasan untuk hidup seperti yang engkau miliki, bisa berjalan dalam trang.

Tolong kami.... tolong kami.... tolong kami..... 

Apakah engkau tinggal di surga atau di neraka? alamat rumahmu menentukan apa yang akan kau perbuat bagi kami. 

Tolong kami.      


Ditulis oleh: Tracy Trinita (Oxford, 1 Feb 2014, dalam durasi 5 menit)


"You may choose to look the other way but you can never say again that you did not know.” 
-William Wilberforce-


Facts: 
A 2012 UN Office on Drugs and Crime report on human trafficking recorded more than 10,000 cases of trafficking in persons in South Asia, East Asia and the Pacific between 2007 and 2010, but it is unclear what the situation is today. 

source: http://www.thejakartaglobe.com/news/human-trafficking-in-southeast-asia-a-complex-issue/?doing_wp_cron=1391250790.4531369209289550781250 

6 comments:

Anonymous said...

Trenyuh..melihat fakta diluar sana masih banyak penderitaan,stiap saat sy berdoa,dan memohon tangan Tuhan untuk menolong mereka,berharap,suatu saat sy dimampukan utk ikut menjadi perpanjangan tangan Tuhan utk menolong mereka

http://angelmanurung.wordpress.com/ said...

Tulisan mba' tracy menarik dan penuh kalimat puitis.
Perdagangan manusia saat ini ibarat gunung es, sulit utk dicegah dan sulit utk diberantas. Tuntutan zaman mengharuskan setiap wanita harus cerdas, jika ia cerdas ia dpt membedakan mana yg benar dan mana yg salah. Jika seorang wanita melihat hal itu salah, ia belum tentu dpt memperbaiki kesalahan tsb tapi minimal ia tdk akan melakukan kesalahan tsb apalagi diajak utk ikut melakukan hal itu. Dengan begitu satu orang dpt mencegah perdagangan manusia terjadi. :)

Salam,

Angelita

Anonymous said...

Tulisan mba' tracy menarik dan penuh kalimat puitis. :)
Perdagangan manusia saat ini ibarat gunung es, sulit utk dicegah dan sulit utk diberantas. Tuntutan zaman mengharuskan setiap wanita harus cerdas, jika ia cerdas ia dpt membedakan mana yg benar dan mana yg salah. Jika seorang wanita melihat hal itu salah, ia belum tentu dpt memperbaiki kesalahan tsb tapi minimal ia tdk akan melakukan kesalahan tsb apalagi diajak utk ikut melakukan hal itu. Dengan begitu satu orang dpt mencegah perdagangan manusia terjadi. :)

Salam,

Angelita

Unknown said...

Mantaaaaab.... Salam dr indonesia ya.

Unknown said...

Light from Heaven. Have a bless day

Unknown said...

Light from Heaven. Have a bless day!